Gara-Gara Ara.

1109 Words

“Bagaimana percakapan dengan ayah tadi? Apa berjalan lancar?” tanya Daylon kemudian. Zalikha tersenyum, dia kemudian duduk di samping Daylon dan kembali merebahkan kepalanya di bahu suaminya itu. “Seperti biasa, aku masih belum bisa menyatakan perpisahan pada beliau!” kata Zalikha tersenyum tipis. “Tapi sepertinya ayah juga sudah mulai mengerti,” kata Daylon. Zalikha mengangguk membenarkan. “Jadi kamu pun tidak usah khawatir. Kamu bilang jika ayah adalah orang yang bijak dan aku percaya, beliau itu bukan orang tua yang tidak egois!” “Lagipula kamu itu bukan pergi selamanya dari sini, kapanpun kamu bisa menjenguk ayah!” ucap Daylon lagi yang kemudian dijawab dengan senyuman cerah di wajah Zalikha. “Iya, Mas, kadang aku overthinking juga. Tapi kalau ada kamu, aku merasa tenang!” kat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD