(++) Sarapan Pagi.

1130 Words

Bak pengantin baru yang sedang bulan madu, Aksa dan Kamelia melanjutkan kemesraan mereka pagi ini. Tak peduli pada roti panggang yang sudah dingin di meja, mereka justru semakin memanas beradu hasrat di atas tempat tidur. “Oh, Mas …,“ rintih Kamelia sambil bergerak liar menggoyangkan pinggulnya di atas tubuh Aksa. “Gadis pintar, Sayangku Kamelia …,” erang Aksa, merasakan bagaimana miliknya seolah diremas di dalam tubuh gadisnya Kamelia bertumpu pada kedua tangannya, fokus menggerakkan pinggulnya di atas kejantanan Aksa yang tegak mengacung dan keras itu. Dia semakin merintih nikmat waktu Aksa merangkum kedua bukit kembarnya dan menghisapnya seperti bayi yang kehausan. “Mmhh, ohhh … enak, Mas …,” racaunya, merasakan perpaduan sempurna kenikmatan dunia yang diterima tubuhnya. “Ahhh!”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD