Kabar itu membuat semua orang terkejut dan histeris, Kamelia beberapa kali pingsan dan lemas karena tak kuat merasakan kesedihannya. Aksa hanya terdiam, mematung tanpa ekspresi. Hanya saja sesekali air matanya meleleh membasahi pipi. Zalikha tiba kemudian bersama Daylon, dia langsung memeluk Aksa. “Ayah,” Aksa tergugu, seolah mendapat tempat untuk mengadu. Dia menangis sesenggukan di pelukan putrinya. “Ayah gagal, Nak!” ucapnya berulang kali. Zalikha pun hanya bisa diam memberikan pelukannya, sambil menangis lirih. “Pergi temanilah Kamelia, dia lebih membutuhkan kamu, Nak. Tolong!” ucap Aksa mengurai pelukan dan menghapus air matanya. Zalikha menatapnya dengan sedih, dia mengangguk kemudian permisi menuju kamar Kamelia. Fatya dan Fani tentu saja sudah ada di dalam menenmaninya,

