(++) Kembali Intim

1114 Words

Duka dan air mata menaungi keluarga Abimana untuk beberapa minggu, Kamelia perlahan mulai menerima keadaan dan merelakan hilangnya Ferdy. Hanya saja, jauh di dalam hati dan pikirannya, dia yakin jika putranya itu masih hidup. “Mas, sudah waktunya terapi!” ucap Kamelia, melangkah memasuki kamar di mana Aksa berada. Aksa yang masih terbaring di atas tempat tidur, tersenyum menyambutnya. Mengulurkan tangannya yang mana Kamelia pun langsung menautkan tangannya di sana. “Maaf, aku bangun kesiangan!” katanya sambil mencium tangan Kamelia dengan mesra. Kamelia tersenyum seraya dia lalu duduk di samping suaminya itu. “Nggak apa-apa, aku juga sengaja nggak bangunin kamu. Tidur kamu pulas sekali, nggak seperti malam-malam sebelumnya, Mas!” katanya lalu bersandar manja di bahu Aksa, sebentar di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD