Suatu Tempat

1146 Words

Daylon langsung menoleh cepat begitu mendengar ucapan Zalikha, hanya saja dia masih ingat jika dia sedang mengemudi dan akhirnya hanya bisa tertawa gembira mendengarnya. “Hah? Benarkah?” serunya senang. Zalikha merapatkan bibir menahan tawa melihat reaksi lelaki itu, dia mengangguk menjawabnya. Daylon seketika bersorak, dia ingin segera memeluk Zalikha namun saat ini tangannya masih harus memegang kemudi. “Astaga! Aku gemas jadinya!” celetuknya sambil tertawa-tawa gembira. Zalikha pun tertawa juga akhirnya. “Nyetir saja dulu, aku nggak mau kita celaka!” katanya. Daylon tertawa kecil, terlihat gelisah sambil sesekali menoleh pada Zalikha dengan binar bahagia di matanya. “Aku harus beli hadiah dulu kalau begitu!” ujar Daylon sambil matanya terlempar keluar jendela, mengawasi jala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD