Daylon yang melihatnya pergi hanya bisa meremas rambutnya dengan frustasi. Satu hal yang membuat dia panik adalah adanya darah pada tubuh istrinya itu, pikirannya pun terasa gelap dan dia juga mengkhawatirkan calon bayi mereka yang ada di rahim Zalikha. “Likha, Ya Tuhan!” gumam Daylon dengan perasaan kalut. Hugo yang melihatnya pun hanya bisa diam, sambil dia sendiri juga merasa cemas akan keadaan Zalikha. “Uncle, tenanglah. Likha akan baik-baik saja!” ucap Hugo seraya menyentuh bahu Daylon yang duduk menumpu kepalanya. Daylon mengangkat kepalanya, hanya saja dia tak menoleh pada Hugo dan hanya terdiam menatap lantai. Hugo pun lalu ikut diam, dia juga merasa cemas dan tak tahu harus berkata apa. Mengerti benar dengan perasaan pamannya itu. “Apa yang ada di sana?” Hugo menoleh pa

