“RANDY!” Randy yang tengah asik menggoyang pinggul menghentak s**********n Sarah, terlonjak kaget bukan main. Reflek dia mendorong Sarah hingga terguling ke lantai, tersembunyi dari pandangan Mirna, kekasihnya, yang kini berdiri di ambang pintu kamar sambil melotot padanya. “M-Mirna? Sayang! K-kamu datang, kenapa nggak ngasih tahu aku dulu!” kata Randy mengabaikan Sarah yang kesakitan di lantai, dia buru-buru memakai celananya dan memburu ke arah Mirna. “b******k! b******n kamu, Randy!” teriak Mirna dengan air mata berlinang, jantungnya seolah berhenti melihat pemandangan vulgar yang di matanya terlihat menjijikan. “A-aku bisa jelaskan, Mirna, ini nggak seperti yang kamu kira–” PLAK! Randy seketika bungkam dengan pipi memerah bekas tangan Mirna, gadis itu menatapnya dengan penuh luka

