Daylon tak sabar untuk menunggu, sementara Zalikha masih ada di ruang pakaian. Lelaki itu sendiri sudah ‘bersiap’ dan duduk di ranjang melihat ke arah pintu ruangan itu. “Sayang?” panggilnya. Tak ada jawaban. Hanya saja beberapa saat kemudian, pintu itu bergeser terbuka dan Zalikha muncul dari baliknya. Namun, detik itu juga Daylon terpana melihat penampilan istrinya itu, tanpa sadar menelan saliva. “Mas,” ucap Zalikha malu-malu. Perempuan itu memakai baju tidur tipis dengan balutan kimono sutra berhiaskan bulu halus di ujung lengannya. Ujung kainnya menjuntai menyapu lantai, namun tersibak setiap kali dia melangkah, menampilkan kaki jenjang dan mulus dibaliknya. Daylon menahan nafas detik itu juga, darahnya langsung berdesir panas di seluruh urat nadinya, lalu berpusat di bawah san

