45. Ujian Baru Calista

1408 Words

Pertemuan itu berakhir dengan jabat tangan yang singkat. Calista menyalami Dina, lalu Rita, senyumnya tetap terpelihara rapi di bibir, seperti bunga yang tak layu meski di tengah angin kencang. "Terima kasih untuk waktunya, Bu," ucapnya dengan nada yang tetap ramah, seolah mereka baru saja menyelesaikan rapat bisnis yang menyenangkan. "Kalau Ibu berkenan, lain kali kita bisa bertemu lagi dengan suasana yang lebih santai." Dia menunduk hormat. "Permisi, Bu, Rita." Bima mengantarnya keluar. Dari balik jendela cafe, Dina dan Rita menyaksikan mereka berjalan berdampingan menuju parkiran, Calista dengan langkah percaya diri, Bima dengan tubuh sedikit membungkuk seperti membawa beban tak terlihat. Di parkiran, Bima membuka pintu mobil untuk Calista. "Maaf tentang ibuku tadi," gumamnya dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD