Bima duduk di sofa ruang tamu matanya menyapu sekeliling, ruangan cukup bersih dan rapi setelah insiden kemalingan dua hari lalu. Dia juga tidak begitu peduli dengan kehadiran Natasha yang tiba-tiba ada di rumah Rita. Tujuannya ke sini hanya untuk anak-anaknya. Dia menghela napas, lalu memalingkan wajah ke luar jendela, menunggu. Rita berdiri di ambang pintu dapur, tangannya sibuk memainkan ujung baju. Dia menatap punggung Bima beberapa saat sebelum akhirnya memberanikan diri mendekat. Dia tidak duduk, hanya berdiri di samping sofa, menjaga jarak. "Seharusnya kamu jangan terlalu sering ke sini." Suaranya pelan, tapi cukup jelas di tengah sunyi. "Aku gak enak sama Calista. Nanti dia mikir macam-macam." Bima menoleh. Wajahnya datar, tidak menunjukkan emosi apa pun. "Apa Sisi sudah mulai s

