110. Balasan Calista

1641 Words

Bima mematikan mesin mobilnya di dalam carport yang luas dan terang benderang. Lampu sorot dari fasad rumah besar itu membuat bayangan mobilnya tampak jelas dan rapi di lantai marmer. Pintu utama kayu jati berukir terbuka lebar, dan dari baliknya, seorang pelayan yang sudah dia kenal mengangguk sambil tersenyum ramah. "Tuan sudah menunggu di ruang makan, Mas Bima," bisik pelayan itu, suaranya halus namun terdengar jelas dalam keheningan malam. Bima membalas dengan anggukan singkat. Saat melangkah masuk, dia menarik napas dalam-dalam tanpa sadar. Udara di dalam terasa sejuk oleh AC, beraroma campuran bunga segar dan furnitur kayu mahal. Setiap kali masuk ke rumah ini, rasanya seperti memasuki dunia yang berbeda, sebuah dunia yang mengingatkannya betapa tajam perbedaan antara dirinya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD