Citra melihat dari balik tirai kamarnya saat mobil limusin hitam berhenti sempurna di pelataran. Lampu interior menyala, menerangi sosok Danu yang turun cepat dan membukakan pintu. Ardha keluar dengan perlahan, bersandar pada tongkat dan bantuan asistennya. Setelah memastikan ayahnya masuk ke dalam rumah, Citra membuka pintu kamarnya. Dia berpapasan dengan Danu di koridor yang tenang. "Danu," panggilnya dengan suara rendah di keheningan malam. "Saya, Bu?" "Tadi Papa pergi dengan siapa? Lily?" "Benar, Bu. Nona Lily sudah kami antar ke apartemennya." Citra tidak segera puas. Dia melipat lengannya di depan perut dan menatap Danu, mencoba membaca lebih dari sekadar laporan resmi. "Pemilik bengkel itu ... katanya bukan hanya Bima. Ada rekan lainnya?" "Benar, Bu. Ada seorang lagi, namanya

