96. Lebih Dari Cukup

1355 Words

"Ayah!" Juno berlari keluar menyusuri teras rumah begitu mendengar deru motor yang tak asing baginya. Kaki kecilnya berderap di lantai semen. Sisi muncul dari balik pintu, wajahnya berseri, tak kalah cepat menyusul adiknya. "Ayah, kok lama sekali?" tanya Sisi, bocah enam tahun itu sudah menjerat kaki Bima dengan pelukan erat. Bima berjongkok hingga setinggi mereka, membuka lengannya. Dua tubuh mungil itu segera menubruknya, menciptakan gumpalan hangat di udara sore yang mulai dingin. "Maaf, Ayah harus kerja di luar kota. Tapi lihat, sekarang Ayah pulang, 'kan?" Suaranya bergetar pelan saat mencium rambut Juno yang beraroma sampo anak-anak. Juno memeluk lebih erat, wajahnya menempel di leher Bima, menghirup dalam-dalam seperti ingin mengunci aroma ayahnya dalam ingatan. "Ayah nginap di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD