Bengkel itu baru saja dibuka, udara pagi masih segar bercampur bau logam dan oli bekas. Bima turun dari mobil, dan disambut oleh Radi yang sedang menarik derek ke dalam dengan suara gemeretak. "Bang Juned belum datang?" "Belum, katanya nanti agak siang," sahut Radi, mengusap peluh di dahinya sebelum meletakkan derek di sudut ruangan. Bima mengangguk, lalu berjalan ke bilik kecil di belakang untuk berganti pakaian kerja. Setelah mengenakan baju lapangan yang sudah penuh noda, dia langsung mengecek mesin mobil yang masuk kemarin sore, tangannya yang terampil mulai memeriksa bagian-bagian yang bermasalah. Tidak lama kemudian, suara motor matic mendekat dan berhenti. Indri muncul dengan blus lengan pendek rapi dan celana kain. Dia memarkirkan motornya di sebelah mobil Calista yang terparki

