Bima melirik ke arah sofa tua di sudut ruangan. Calista duduk di sana dengan postur yang tetap anggun, meski sofa itu berlumut debu dan kulitnya retak-retak. Juned duduk di sampingnya, di atas bangku kayu yang reyot, tatapannya tertambat pada Calista seolah melihat hantu dari masa lalu. Bima menghela napas pelan, lalu kembali memusatkan perhatian pada kunci inggris di tangannya. Dia yakin, nanti salah satu dari mereka akan bercerita. Di sofa itu, udara terasa berbeda. Juned memandangi Calista, matanya seperti menembus waktu, mencoba mencocokkan setiap garis lembut di wajah itu dengan kenangan yang telah lama dikuburnya. Hanya melihat mata Calista yang bijak dan senyumnya yang tenang, ingatan tentang Citra muda langsung menghantamnya, masih menyakitkan seperti kemarin. "Om kenal dengan m

