35. Tempat Menenangkan

1218 Words

Calista masih menatap tangan mereka yang saling terkait di atas pangkuannya. Ada kehangatan dari genggaman Bima yang asing, seperti sesuatu yang bukan berasal dari pria yang dia kenal selama beberapa minggu terakhir. Rasanya aneh, dan entah mengapa, justru membuatnya ingin menarik diri. "Cal." Bima memanggil lagi, suaranya masih lembut namun terasa asing di telinganya. "Kenapa kamu bisa ada di sini?" Akhirnya dia bersuara setelah sejak tadi membisu. "Aku sudah bilang, kalau aku menunggumu di apartemen. Lalu aku ...." Bima berhenti sejenak, seolah mencari kata-kata yang tepat. "Kemana lagi aku harus mencarimu selain ke sini, Cal?" Calista menarik tangannya perlahan dari genggaman Bima. Sentuhan itu hangat, tapi justru membuatnya tidak nyaman. Seharusnya dia senang, bukan? Tapi mengapa d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD