“Ehh! Itu kamu bukan yang di cari?” Tanya Bastian lagi dan di balas anggukan lagi oleh Dominic. ”Benar, itu karyawan cafe papa. Dom permisi dulu, om. Nanti kalau om mau order untuk kantor om, om harus sebut kalau om teman Dom. Biar Dom dapat bonus. Kalau enggak, bisa-bisa hangus bonus dari papa…” sahut bocah kecil itu di luar dugaan Bastian. Seketika Bastian tertawa kecil membuat Dominic heran. “Loh! Kok om ketawa sih?” ”Kamu itu ngingetin om waktu kecil tahu. Om dulu juga gitu buat ambil hati opa om. Kita emang di takdirkan bertemu…” sahut Bastian lagi dengan tawa. ”Wahh! Berarti nanti besarnya, Dom bisa setampan om juga dong?” Tanya Dominic dan ini membuat Bastian tertawa terpingkal-pingkal. Sungguh sudah empat tahun lalu dia tak tertawa sampai seperti ini. Sangat beruntung dia bertem

