“Saya hanya tidak ingin anda terluka, wanita itu adalah milik saya. Jadi, jangan bermimpi untuk mendapatkan dia.” Tegas Hanan dengan wajah sinis. Bastian tersenyum sinis menatap ke arah Hanan. “Sepertinya anda terlalu yakin dengan hayalan anda. Coba deh bangun, bukankah anda adalah seorang dokter? Kalau sakit bawa berobat aja, jangan ngelantur…” ejek Bastian membuat amarah Hanan tersulut. ”Susah sih emang, ngomong sama boss yang fomo! Melihat karyawannya ngobrol dengan cowok langsung menganggap karyawan itu milik dia. Malu sih harusnya…” sindir Hanan lagi sembari menaruh telapakk tangannya di kantong celana, dan menyandarkan tvbuhnya pada tiang besar di sana. ”Dia bukan karyawan biasa, jadi gak usah sotoy!” Jawab bastian tak mau kalah. ”Emang dia se-cerdas itu wanita saya. Itu sebabnya

