Sandra berdiri di dekat jendela besar, pandangannya tertuju ke taman depan namun matanya tidak benar-benar melihat. Jari-jarinya yang bercat kuku merah meremas erat ponsel yang menempel di telinganya l. Saat dering panggilan berhenti, suara rendah Damian terdengar di seberang. "Halo?" "Kamu mempekerjakan pengasuh baru untuk Suri?" tanya Sandra, tanpa basa-basi. "Ya. Ada masalah?" "Tanpa memberi tahuku?" "Apakah itu harus?" "Tentu! Aku tantenya. Aku berhak tahu siapa yang mengasuh keponakanku sehari-hari." "Dengar baik-baik, Sandra. Kamu memang tantenya, tapi bukan ibunya. Hak untuk memutuskan siapa pengasuh anak-anakku ada di tanganku. Paham?" Suara Damian di telepon terdengar keras dan penuh tekanan, bahkan dari jarak beberapa langkah. "Setidaknya—" "Aku sibuk. Jangan ganggu deng

