Kompensasi-2

605 Words

Dalam keheningan yang tiba-tiba setelahnya, Abby melihatnya, pria yang selalu terkendali itu kini terlihat terlepas, rentan, dan berbeda. Dadanya yang bidang masih bergerak cepat menarik napas. Perlahan, Damian membuka matanya. Pandangannya, yang masih berkabut, menemukan Abby. Sebuah senyuman tipis, lelah, dan sedikit terkejut, menyentuh bibirnya. Dia membungkuk, mengecup kening Abby dengan gerakan yang tak terduga lembut, sebelum melepaskan diri dan menjatuhkan tubuhnya di sampingnya. Suara napasnya yang berat masih memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma mereka berdua, sebuah pengakuan bisu dari apa yang baru saja terjadi. Abby menarik selimut hingga ke dadanya, membalikkan badan dengan gerakan kaku, membelakangi sosok pria di sebelahnya. Udara dingin kamar terasa asing di kulitnya ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD