"Biasa aja." Aidan tidak mengangkat kepalanya. Damian mengamati putranya, matanya menyelidik. "Kamu nggak bikin masalah, kan?" Aidan akhirnya menatap balik. Sorot matanya tak gentar. "Misalnya?" "Ambil barang yang bukan hakmu. Atau ganggu temen cewek." Senyum tipis, hampir sinis, muncul di bibir Aidan. "Cuma cowok pengecut yang ngelakuin itu, Dad." "Benar," Damian mengangguk, sedikit lega. Suasana hening kembali, hanya terisi suara kunyahan dan gesekan piring. "Dad." "Hm?" Damian mengangkat alis. "Besok Abby mau ngajak Suri lomba mewarnai di mall. Aku ikut." "Oh, bagus." Wajah Damian sedikit cerah. "Kita beri dia semangat. Biar dia senang." "Iya," jawab Aidan singkat, kembali ke makannya. . . Setelah makan malam, Damian mengirim pesan singkat untuk Abby. Lima menit kemudian, p

