Rileks, Abby-2

1120 Words

"Kamu tidak akan mengenalkan aku pada pria itu?" tanya Yulinar saat mereka berhenti di tempat yang agak sepi, suaranya penuh rasa ingin tahu. "Tidak perlu," jawab Abby singkat, melipat tangannya di depan d**a. "Langsung saja, Tan. Ada apa?" Yulinar tak lagi basa-basi. "Aku dengar kamu menolak membagi warisan tanah itu. Benar?" "Ya," jawab Abby, tak goyah. "Karena itu memang milikku. Sepenuhnya." "Hei, kamu keliru besar, Nak. Itu adalah harta keluarga. Milikku, ayahmu, dan Irwan. Bukan warisan untukmu seorang. Jangan jadi anak yang serakah, Abby. Hanya karena kamu yang merawat Nenek di akhir hidupnya, jangan berpikir kamu bisa menguasai semuanya sendiri." Abby menarik napas dalam. Matanya menyipit. "Apa Tante sedang menuduhku menghasut Nenek? Bahwa aku yang memengaruhi beliau untuk men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD