Damian membuang napas panjang. Tangannya mengusap wajah, gestur lelah yang sudah Abby kenal. "Abby, tolong jujur—" "Kamu tidak percaya padaku?" potong Abby cepat. Matanya berkaca-kaca, tapi tidak menangis. Ekspresi kecewa terpampang jelas di wajahnya. Damian menatapnya. Lama. "Aku percaya padamu, Abby." "Lantas kenapa kamu minta aku jujur, padahal aku sudah mengatakan yang sebenarnya?" Suara Abby bergetar, mulai terdengar seperti teriakan tertahan. "Karena kamu memang ngomong gitu ke aku!" Sandra berteriak, emosinya meledak. Wajahnya memerah. "Kamu pikir karena sudah jadi istri Damian, kamu bisa seenaknya ngomongin mendiang kakakku?" Abby berbalik, menghadap Sandra. Matanya menyala. "Aku tahu kamu cuma mengada-ada. Aku tidak pernah menghina kakakmu." Napasnya memburu. "Untuk apa? Aku

