Damian melangkah masuk. Ia duduk di tepi ranjang, kasur sedikit ambles menahan berat tubuhnya. Tangannya meraih ujung selimut, menariknya perlahan hingga menutupi bahu mungil Suri. Jemarinya kemudian membelai rambut halus putri bungsunya, lembut, penuh rasa. Wajah Suri yang tenang. Senyum kecil kadang muncul di bibirnya saat mimpi. Damian tersenyum, senyum yang lahir dari dadanya yang hangat. Dulu, ia tidak pernah membayangkan bisa melihat Suri seperti ini lagi. Ia membungkuk, mengecup dahi Suri. Wangi sampo anak-anak memenuhi indranya. Lalu ia bangkit, melangkah keluar, menutup pintu pelan-pelan. Kini Damian berhenti di depan kamar Abby. Ia menarik napas panjang, dadanya naik turun. Tangannya terangkat, ragu sejenak, lalu mengetuk. Bunyi ketukan terdengar kecil di lorong yang sunyi. T

