Tidak Bahagia-2

780 Words

"Oh." Suri diam sejenak, mencerna. Lalu bertanya lagi, "Rumahnya bagaimana?" Abby tidak langsung menjawab. Matanya menerawang ke langit-langit, membayangkan rumah kecil itu, dinding cat mengelupas, sofa usang, dapur sempit yang penuh kenangan. "Rumahnya ...." Ia mencari kata. "Nyaman. Tapi cuma bisa muat dua atau tiga orang saja." Suri mengerutkan kening. "Sempit banget?" Abby mengangguk. "Iya. Makanya aku nggak ajak kamu." "Kalau Daddy nggak ikut, kita bisa pergi berdua aja, kan?" Suri menatapnya dengan mata penuh harap. Abby tersenyum. Senyum yang hangat, tapi ada sesuatu di baliknya, sesuatu yang tidak terlihat. Ia mengangguk. "Janji?" Suri mengangkat jari kelingkingnya yang mungil. Abby menatap jari itu. Lalu, perlahan, ia mengangkat jari kelingkingnya dan mengaitkannya dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD