"Kita akan punya anak ketiga, Dam." Damian menggeleng. Tangannya meraih figura di sudut meja. Foto Linda yang tersenyum hangat. Jemarinya mengusap kaca figura itu pelan. "Suri sangat mirip denganmu, Lind." Sore itu, Damian pulang lebih awal dari biasanya. Matahari masih cukup tinggi saat mobilnya memasuki halaman. Tepat saat ia turun, mobil lain masuk di belakangnya. Aidan turun dengan semangat, langsung menghampiri. "Dad, aku sudah bilang Pak Andy akan ikut kemah. Daddy harus tanda tangan surat persetujuannya!" Damian tersenyum, menepuk pundak Aidan. "Ya, Nak. Nanti sebelum makan malam, temui Daddy di ruang kerja." "Oke, Dad!" Aidan berlari masuk, tasnya berguncang. Damian melangkah ke dalam. Di ruang keluarga, ia melepas jas, meletakkannya di sofa. Lengan kemejanya digulung hingga

