Sandra tersenyum yang tidak sampai ke mata. Tangannya mengelus punggung tangan Audrey. "Kamu selalu diterima di sini, Sayang." Suaranya lembut, menenangkan. "Kalau kamu sedih atau punya masalah, datang aja ke sini. Tante dan Oma akan bantu kamu." Audrey menatap Sandra dengan mata berkaca. Ekspresi memelas, seperti anak kecil yang mencari perlindungan. "Aku tau, Tan." Suaranya bergetar. "Tante memang yang terbaik." Sandra membuka tangannya, dan Audrey masuk ke dalam pelukan lagi. Ia mengusap rambut Audrey pelan. "Tapi bagaimana dengan ayahmu? Dia marah kamu ke sini?" tanya Sandra. "Dad? Ya ... begitulah, Dad masih aja belain dia. Minta aku buat terima jadi ibu sambung." Rahang Audrey mengeras saat mengingat sesuatu. "Dan aku masih kesal waktu dia ngomong buruk tentang Tante." Sandra t

