Abby tidak menjawab. Ia hanya menatap Damian dengan tatapan yang berbicara, "Menurutmu, enggak?" "Abby, ayo berangkat!" Suri menarik lengan Abby, mengganggu momen itu. Tapi Damian lebih cepat. Tangannya meraih pinggang Abby, menahannya. Tarikan lembut, tapi mantap. "Sebentar," bisiknya, hanya Abby yang mendengar. Abby menatapnya, matanya melotot. "Damian, apa lagi? Anakmu sudah nggak sabar." Damian terkekeh. Suara di dadanya itu, hangat, geli. "Aku juga mau berangkat, Abby." Ia mendekatkan wajah, napasnya hangat di telinga Abby. "Kamu tau kan tugas istri kalau suaminya mau berangkat?" Abby menganga. Matanya membulat. "Nah, kan!" desisnya setengah berteriak. "Kamu lebih manja dari anakmu!" "Abby!" Suri menarik lagi, suaranya makin mendesak. "Sebentar, Sayang." Abby menoleh cepat, la

