Abby, yang masih duduk di karpet, mengamatinya. Damian baru sembuh. Stres seperti ini bisa membuatnya kambuh. Ia bangkit, melangkah pelan, dan duduk di samping Damian. "Biar aku saja." Suaranya pelan. Ia menyingkirkan tangan Damian dari dahi, lalu menggantikannya dengan jemarinya sendiri. Tekanan lembut, memutar di pelipis, lalu turun ke pangkal hidung. Damian membiarkannya. Matanya terpejam. "Berat, ya?" Abby bertanya, meskipun ia tahu jawabannya. Damian hanya bergumam. Tidak membuka mata. Abby menarik napas. "Kamu tahu jika ini akan menjadi lebih parah dari ini, kan?" "Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Abby." Suara Damian serak. "Lalu?" Abby tetap memijit. "Kamu masih berpikir semuanya akan baik-baik saja?" "Ya." Damian membuka mata, menatapnya. "Perlahan semua akan baik-baik aja.

