Jarinya menelusuri layar, mencari artikel tentang usaha rumahan. Ide-ide bermunculan, katering rumahan, jualan sayur online, atau mungkin buka warung kecil. Ia membaca dengan saksama, sesekali mengangguk. Tiba-tiba ... Suara mesin motor. Berhenti tepat di depan rumah. Abby mengangkat wajah. Matanya beralih ke pintu depan yang tertutup. Tak lama terdengar suara langkah kaki di teras, lalu ketukan keras. "Buka pintunya, Abby!" Suara itu terdengar tidak asing. Desi. Abby berjalan pelan ke pintu. Tangannya meraih gagang, membuka. Cahaya matahari menyilaukan sebentar. Begitu matanya menyesuaikan, wajah Irwan dan Desi muncul di ambang pintu. Irwan dengan kemeja lusuh, rambut berminyak, dan senyum sinis. Desi dengan daster lusuh dan tatapan tajam. "Benarkan dia balik ke sini, Pa," cerocos

