148. Peduli Yang Tak Disadari-2

796 Words

"Kamu harus buang barang-barang di dalam." Dylan menutup hidung. "Dan ganti dengan yang baru." Bella mengangguk, masuk ke dalam, membuka jendela yang tertutup rapat. Udara segar masuk, sedikit mengurangi bau. "Aku mengerti." Ia menoleh. "Sebaiknya kau pergi. Aku sudah sampai, dan kau sudah tahu aku tinggal di sini." "Mungkin sebaiknya kau pindah ke tempat yang lebih baik." Dylan berdiri di ambang pintu, tidak masuk. Bella menggeleng. "Tidak apa-apa, aku akan tetap di sini." "Kenapa?" Dylan bertanya, entah disadari atau tidak, suaranya terdengar peduli. "Di sini murah." Bella berkata jujur. "Aku tidak punya banyak uang." "Tapi kumuh." Dylan juga terus terang. Bella tidak bisa marah. Itu fakta. Ia hanya tersenyum tipis, lalu berbalik, mulai membereskan barang-barangnya. Dylan masih be

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD