133. Peduli-2

572 Words

Diana tersenyum senang. Tangannya sudah sibuk mencatat. "Anda juga perlu mengenalkan istri Anda pada pegawai Anda, Tuan Callahan." Ia menatap Damian lekat. "Sehingga mereka tidak banyak berharap pada Anda." Ia berbisik, "Kudengar penggantiku yang katanya dipecat oleh Pak Dylan, dia berniat untuk mengambil hati Anda." Damian tertawa kaku. "Sudahlah, Diana. Jangan dibahas." Ia mengusap wajah. "Lakukan saja apa yang aku minta." "Baik, Tuan." Diana berdiri, membawa catatannya. "Saya akan kirim sampel undangannya, mana tahu Anda ingin revisi." "Ya. Silakan." Diana berjalan keluar, menutup pintu pelan. Damian mengambil ponsel, menekan kontak Dylan. "Halo." Suara Dylan di seberang terdengar datar. "Ada apa?" "Bagaimana kabarnya?" Damian mencondongkan tubuh. "Semua baik." Jeda. "Jangan khaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD