"Maafkan aku, Abby." Suara Damian rendah, tulus. Lalu ia mencondongkan tubuh, mengecup pipi Abby. Sekali. Cepat. Hangat. "Yeay!" Suri berseru girang. Tangannya bertepuk kecil. Lalu tanpa diduga, ia mencium pipi ayahnya, lalu mencium pipi Abby lagi. Bergantian, seperti memberi stempel persetujuan. Abby dan Damian tertawa bersamaan. Tawa yang ringan, melepas semua ketegangan. Di pelukan Damian, dengan Suri di antara mereka, Abby merasakan sesuatu yang hangat menjalar di dadanya. Sesuatu yang mungkin bisa benar-benar disebut rumah. *** Pintu rumah terbuka, dan Ester langsung menegang. Matanya menatap tajam pada seorang wanita yang baru saja melewati gerbang rumah. Wanita itu, rapi, blus krem, rambut sebahu ditata rapi, berjalan menuju ke teras rumah dengan senyum tipis. Ester mengerjap.

