Aidan balas tersenyum. Senyum mereka bertemu di dalam mobil yang melaju pelan. Mobil berhenti di depan gerbang sekolah. Aidan membuka pintu, tas ransel disandang. "Ingat, kalau mau main ke rumah teman, harus izin Dad atau Ester dulu!" Damian mengingatkan dari dalam. "Baik, Dad!" Aidan melambai, lalu berlari kecil masuk ke gerbang. Dia segera menyatu dengan kerumunan siswa lain yang juga baru saja sampai di sekolah. Pintu mobil tertutup. Damian merapikan jasnya, menatap sopir di kaca spion. "Kita ke kantor polisi, Lee." "Siap, Tuan." Mobil melaju meninggalkan sekolah, meninggalkan Aidan yang sudah hilang di antara teman-temannya. Di kursi belakang, Damian menatap ke luar jendela, pikirannya melayang pada percakapan tadi, dan pada janji yang harus ia tepati. ~.~ Damian tiba di kanto

