Damian menggenggam tangan Abby. Jemarinya mengerat, pelan, seperti sedang memastikan sesuatu. Abby menoleh, keningnya berkerut sedikit. "Kamu mau berangkat, kan?" tanyanya. "Ya." Damian tidak melepas tangannya. "Tapi sebentar. Kamu ikut dulu." "Kemana?" Abby bertanya lagi, tapi Damian sudah menarik tangannya, membawanya melangkah menyusuri trotoar menuju mobil yang terparkir di samping gerbang. Daun-daun kering berderak di bawah kaki mereka. Damian membuka pintu penumpang depan, tangannya di tepi pintu, menunggu. Abby tidak segera masuk. Ia menatap ke arah kelas Suri, jendela yang memperlihatkan kepala kecil dengan pita merah. "Kamu nggak tahu, Suri sering perhatiin aku keluar kalau lagi belajar." Suaranya pelan, tapi ada nada peringatan di sana. "Dia pasti nangis kalau aku nggak ada.

