Abby berdiri di depan pintu kamar Audrey, telapak tangannya yang satu mengepal pelan, siap mengetuk. Tangan lainnya memegang buku catatan dengan sampul bermotif bunga, sedikit lecek di sudutnya, tanda sering dibawa ke mana-mana. Ia menarik napas, lalu mengetuk. Dua kali. Pelan. Dari dalam, terdengar suara tawa. Suri tertawa cekikikan, Audrey ikut tertawa, tawa yang jarang keluar, yang dulu hanya terdengar saat ia masih kecil, sebelum semuanya berubah. Abby tersenyum kecil mendengarnya. "Masuk." Abby memutar kenop, mendorong pintu perlahan, dan melongokkan kepala. Matanya langsung menangkap pemandangan di ranjang di mana Suri berguling-guling di samping Audrey, rambutnya berantakan, wajahnya merah karena tertawa. Audrey duduk bersandar di kepala ranjang, ponsel di tangan, tapi matanya ma

