Halaman sekolah yang biasanya ramai oleh tawa anak-anak, kini sunyi. Belum waktunya pulang, tapi orang tua sudah berdatangan, menjemput anak-anak mereka lebih cepat. Kabar tentang seorang murid yang hilang saat jam istirahat menyebar cepat, membuat panik, membuat cemas. Abby duduk kaku di bangku taman yang sama tempat ia biasa menunggu Suri. Tangannya di pangkuan, gemetar. Jari-jarinya menggenggam erat ujung rok, meremas, melepas, meremas lagi. Dadanya naik turun cepat, tapi ia tidak bisa merasakan udara yang masuk. Matanya kosong menatap ayunan kosong di depan, tempat Suri duduk tadi, tempat Suri tertawa tadi, sebelum ia mengangkat panggilan telepon dari Ester. Seharusnya ia tidak mengangkat telepon itu. Seharusnya ia tetap di sini, di samping Suri, mengawasinya seperti biasa. Tapi ia t

