120. Kabar Duka-1

710 Words

Pagi itu, sinar matahari menembus sela-sela tirai vila, membuat garis-garis keemasan di lantai kayu. Suara ombak terdengar samar dari kejauhan, sesekali diselingi kicauan burung yang bertengger di pohon palem. Anak-anak sudah bangun lebih awal, tidak sabar untuk memulai hari. Suri duduk di kursi meja makan, kakinya menggantung, sesekali bergoyang. Abby di sampingnya, sibuk memotong pancake menjadi potongan kecil, menuangkan madu di atasnya. Audrey dan Giselle sudah berpakaian rapi, baju renang tertutup kemeja pantai, kacamata hitam di dahi, tidak sabar untuk segera ke laut. "Ayo, cepat, Abby," desak Audrey, jarinya mengetuk-ngetuk meja. "Kakak, sabar." Aidan duduk di seberang, masih sibuk dengan nasi goreng di piringnya. "Aku tidak mau itu, Abby." Suri menunjuk ke piringnya, menunjuk s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD