Damian mengambil ponselnya yang berdering di atas nakas. Nama Dylan tertera di layar. Di sebelahnya, ranjang masih kosong, sprei sedikit berantakan bekas tidur semalam. "Ayo, berendam." Abby muncul dari ruang sebelah, rambut tergerai, kimono berwarna hijau laut melilit tubuhnya, sedikit terbuka di bagian leher. Wajahnya segar, pipinya merona. Damian menoleh, tersenyum tipis. "Aku angkat telepon dulu, nanti menyusul." Abby mengangguk, lalu berbalik, melangkah ke ruang jacuzzi di belakang vila. Langkahnya pelan, sandal jepitnya berdetak di lantai kayu. Damian berjalan ke dekat jendela yang terbuka. Angin laut berhembus masuk, membawa aroma garam dan bunga dari taman. "Ya, Dik?" Suaranya pelan, tidak ingin mengganggu ketenangan pagi. "Aku sudah melakukan yang kamu minta." Suara Dylan di

