122. Sidang Vonis-1

700 Words

Di ruang inap itu hanya ada Abby dan Erica. Damian sudah pergi beberapa menit lalu, membawa Suri yang masih setengah tertidur dalam gendongannya. Suasana cukup tenang. Lampu di langit-langit menyala redup, membuat bayangan lembut di dinding putih. Suster masuk sebentar, mengecek tekanan darah Abby, mengganti kantung infus, lalu pergi lagi tanpa suara. Erica duduk di kursi samping ranjang, punggung bersandar, tangan di pangkuan. Matanya tidak lepas dari Abby, mengamati wajahnya yang pucat, lingkaran hitam di bawah mata, tangan yang terbaring lemas di atas selimut. "Mengapa memandangiku seperti itu?" tanya Abby, menoleh, menatap Erica lekat. Erica tersenyum tipis. "Aku senang karena pada akhirnya kamu punya keluarga, Abby." Suaranya pelan. "Setelah sekian lama kamu sendirian." "Erica, ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD