Dio ingat, ibunya menggambarkan sosok Alma begitu sempurna—masih muda, cantik, pintar, tidak neko-neko dan segala hal baik melekat pada diri wanita itu. Kini setelah berhadapan langsung dengan Alma, Dio mengakui memang apa yang ibunya katakan itu benar bahwa Alma memang cantik, cara bicaranya lembut dan sopan. Dio sampai heran, karena menurutnya wanita seperti Alma seharusnya tidak perlu dijodohkan karena normalnya banyak pria akan mengantre untuk menjadi kekasihnya. Namun, kira-kira apa yang membuat Alma harus dijodohkan orangtuanya? “Mama saya sering bercerita soal anak dari temannya. Entah berapa kali mama menyebut-nyebut nama Dio, Dio, Dio ... dan sekarang akhirnya saya bisa bertemu langsung denganmu.” “Kamu nggak mungkin nggak tahu dengan rencana orangtua kita, kan?” tanya Dio kemu

