Sampai detik ini, satu-satunya ruangan di rumah Arga yang belum pernah Stella masuki adalah kamar Arga. Selama beberapa saat, Stella berusaha mempertimbangkan ulang apakah permintaannya berlebihan untuk ukuran pasangan yang baru saja mengakui perasaan satu sama lain. “Apa aku lancang dan terlalu cepat? Mengingat yang aku tanyakan adalah hal yang cukup sensitif di mata Pak Arga,” batin Stella. Sungguh, Stella jadi bertanya-tanya ... apakah ini permintaan yang sebaiknya diutarakan lain waktu saja? Jujur, Stella mulai was-was dengan respons Arga yang tidak bisa ditebak ekspresinya. “Maaf kalau permintaanku terlalu berlebihan,” ucap Stella lagi, sebelum hubungan mereka kembali memanas. Stella malas bertengkar lagi. Sedangkan Arga masih belum mengeluarkan sepatah kata pun sejak pertanyaan S

