Kamar utama itu terasa seperti sebuah kuil pemujaan yang didedikasikan untuk keindahan yang menyesakkan. Cahaya lampu dari balik panel dinding kayu ek membiaskan warna emas yang redup, menciptakan atmosfer yang begitu kental dengan ketegangan seksual. Di atas tempat tidur berukuran raksasa yang dilapisi seprai sutra abu-abu gelap, Kairi merasa dunianya seolah sedang berputar dalam orbit yang tidak lagi bisa ia kendalikan. Tubuhnya tenggelam ke dalam kelembutan kasur yang luar biasa, sementara di atasnya, Lewis menjulang bagaikan dewa yang siap mengklaim persembahannya. Lewis telah menanggalkan kemeja hitamnya, memperlihatkan anatomi tubuh yang sempurna—d**a yang bidang, bahu yang lebar, dan otot-otot perut yang terukir keras hasil dari disiplin hidup yang ketat. Kairi menelan ludah deng

