Suasana di dalam unit penthouse yang biasanya sunyi dan steril itu mendadak berubah menjadi kesibukan yang luar biasa tertata. Sejak pukul sepuluh pagi, bel pintu apartemen tidak berhenti berbunyi, menyambut kedatangan kurir-kurir berseragam khusus dari butik-butik paling bergengsi di pusat kota. Seno, sang asisten pribadi yang seolah tidak pernah tidur, memimpin barisan pengiriman itu dengan ketegasan yang sama seperti tuannya. Kotak-kotak besar berlapis beludru, gantungan baju yang dibungkus plastik pelindung sutra, hingga kotak-kotak sepatu berlogo emas mulai memenuhi ruang tamu yang luas. Kairi berdiri di sudut ruangan, hanya bisa mematung dengan jemari yang saling bertautan erat di depan d**a. Ia merasa seperti seorang penonton dalam drama yang menceritakan tentang penghapusan identi

