BS Bab 127. Ketika Tidak Ada Lagi Kebencian

1904 Words

Geraldo tidak pernah berpikir akan berada di titik seperti saat ini. Hubungannya dengan sang papa yang sudah sangat buruk selama bertahun-tahun, kini perlahan mencair. Patrice adalah pria berhati keras. Namun, pria itu akhirnya menyingkirkan ego dan meminta maaf pada Geraldo. Bagi Geraldo, permintaan maaf Patrice lebih dari apapun. Dari dulu, dia sangat ingin mendengar pria yang tidak lain adalah papanya sendiri itu meminta maaf. Setelah semua kekejian yang pria itu lakukan padanya. Maka, begitu mendengar permintaan maaf yang terlihat dan terdengar begitu tulus, Geraldo tidak berpikir panjang untuk langsung memberikan kata maafnya. Berbeda dengan saat Patrice mendatangi kediamannya saat itu. Sepasang ayah dan anak itu menghabiskan waktu mengobrol berdua. Alfonso, pria itu sama sekali tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD