Kesokkan paginya, Selena terkejut saat lagi-lagi wanita gila datang ke rumahnya. "Dia benar-benar tidak waras, jika saja Mama tidak seperti ini, mungkin Mama akan merobek mulutnya." Gerutu Amita. "Mama di sini saja dengan tenang, aku yang akan menemui wanita gila itu." kata Selena yang di angguki oleh Amita. Dia percaya jika putrinya bisa mengatasi ini semua. "Ada apa, Ma?" Tanya Eric yang keluar dari kamarnya karena mendengar keributan di depan rumahnya. "Wanita gila itu datang lagi." Kata Amita yang di mengerti oleh Eric siapa yang datang. "Untuk apa kau datang ke sini? Apa kau tersesat?" Tanya Selena yang membuat Berta cukup kesal. "Katakan kepada adikmu untuk tidak meminta jang kepada suamiku," kata Berta yang membuat Selena mwngerutkan dahinya. Sedangkan Eric yang merasa naman

