Zayn dan Zayden

1358 Words

Ruang perawatan Arumi kini penuh dengan tangisan kedua anaknya. Bayi-bayi mungil itu tidak sabar menunggu Mamanya yang sedang berada di kamar mandi. Ariska dan Annisa mencoba menenangkan para Cucunya tapi tidak berhasil juga. “Nangis, Mi?” tanya Cakra yang baru saja datang dari kantin. “Kenapa bisa barengan menangisnya? Kayak sedang lomba.” “Haus, Pi. Tapi nggak sabar nungguin Mama sedang mandi.” “Kayak kecilnya Dinda. Tidak sabaran dan jika menangis suaranya kenceng sekali,” ucap Cakra. Annisa tersenyum mendengar ucapan dari besannya. Memang benar Kedua Cucunya sejak semalam terus menangis saat haus. Apalagi jika harus bergantian satu sama lain. Seperti tidak ada yang mau mengalah. “Itu Mama sudah selesai mandinya, Sayang,” ucap Ariska saat melihat Arumi keluar dari kamar mandi. Aru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD