Tidak Baik-Baik Saja

1122 Words

Setelah acara 7 harian kepergian Hasyim dan Amira kini Arumi dan Anissa akan pindah ke Jakarta. Keputusan untuk meninggalkan kota dengan sejuta kenangan indah mereka lakukan demi menyembuhkan luka batin yang tak kunjung mengering. “Ibuk nggak makan dulu?” “Nanti saja kalau sampai di Jakarta.” Annisa mendekati putrinya yang baru saja selesai mandi. “Rumi sudah lapar?” Arumi mengangguk. “Padahal baru saja sarapan,” ucapnya. “Wajar kalau Rumi cepat lapar. Soalnya, semua makanan yang kamu makan akan dibagi dengan kedua Cucu Ibuk.” “Cucu Ibuk mirip sama Papanya kalau makan banyak sekali.” “Justru bagus kalau doyan makan. Ketika keluar mereka akan menjadi Baby gembul yang sangat lucu.” Annisa mengambilkan putrinya nasi dan lauk yang sudah dimasak oleh Bibik tadi pagi. Saat dia melihat ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD