“Mamiiiii ... Astagfirullah, Miiiiiiii ...” Suara teriakan Arumi membuat Ibu Mertua dan para pekerja di rumahnya berlari ke arah kamarnya. “Sayang, kenapa, Nak?” Saat Ariska datang Arumi sudah terduduk di lantai. Kedua kakinya lemas karena melihat tulisan di kaca besar yang ada di dalam kamar mandi. “Astaga! Siapa yang melakukan semua itu?!” Ariska meminta asisten pribadi menantunya untuk menghapus tulisan ancaman yang ada di kaca. “Sayang, kamu tidak apa-apa ‘kan?” Arumi menggelengkan kepalanya. Wajahnya seperti orang linglung saking takutnya. “Mami ...” Ariska memeluk tubuh menantunya yang masih bergetar karena kaget sekaligus ketakutan. Dia hanya meninggalkan Arumi sebentar untuk membuat s**u. “Apa ada orang yang masuk ke dalam kamar, Nak?” “Tidak ada, Mi. Saat Mami pergi Rumi

