“Jadi gimana ini caranya buat ins*tagram?” “Kak Rumi yakin mau buat? Nanti kalau di marahin sama Kak Elang gimana?” “Sudah, enggak bakal kena marah. Nanti Biar Kakak yang jelasin.” “Beneran ya?” tanya Dinda lagi. “Iya, Sayang.” Dinda mencium pipi Kakak Iparnya. Dia selalu meleleh ketika Arumi memanggilnya dengan sebutan ‘Sayang’ sesayang itu memang dia dengan Arumi. Arumi melihat bagaimana Dinda menjelaskan cara menggunakan Ins*tagram milinya yang baru saja jadi. Sebagai anggota keluarga Surendra Arumi sama sekali belum pernah membantu keluarganya dalam menyelesaikan masalah. “Jadi aku harus mengunggah foto?” “Iya, Kak. Untuk dijadikan foto profil.” “Foto apa ya? Aku ‘kan jarang foto.” “Kenapa enggak foto Kak Rumi dan Kak Elang waktu liburan ke Lombok. Ada foto bagus di galeri d

